10 Cara Unik Menjadi Suami Romantis

Tahukah Anda, sebagian besar wanita ingin suaminya bisa bersikap romantis. Namun, sangat sedikit wanita yang mengatakan hal itu kepada suaminya.

Sebaliknya, banyak suami yang tidak bisa romantis karena canggung atau kesulitan memulai bagaimana caranya. Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa Anda coba untuk Anda praktikkan pada istri tercinta. Dan biarkan sikap Anda ini menjadi kenangan terindah untuknya.

1. Panggil dengan panggilan romantis
Panggillah istri Anda dengan panggilan romantis yang paling disukainya. Contoh yang paling sederhana, “sayang”. Jika Anda merasa deg-degan, Anda bisa latihan dulu. Tetapi jika Anda merasa hal itu bisa mengurangi kewibawaan atau khawatir disebut lebay, Anda bisa mengingat kembali bahwa Rasulullah memanggil Aisyah dengan sebutan “humaira” (yang pipinya kemerah-merahan). Dan kewibawaan Rasulullah sama sekali tidak berkurang karenanya.

2. Katakan cinta
Sejak akad nikah Anda tak pernah mengatakan cinta pada istri? Anda perlu mengumpulkan keberanian untuk mengucapkan tiga kata ini: “aku cinta kamu” lalu ucapkan pada istri dengan lembut. Lebih romantis lagi jika cinta ini diucapkan saat makan malam yang spesial. Bisa jadi momen ini menjadi momen tak terlupakan dalam hidupnya, dan dicatat di buku harian: tanggal suami mengucap cinta pertama kali.
Jika dulu Anda pernah mengatakannya, maka persoalannya bukanlah keberanian. Anda bisa mengulanginya lagi: lebih intens, lebih berkesan, lebih romantis.

3. Makan semangka berdua
Anda bisa mengajak istri dan anak-anak pergi; ke taman, atau ke tempat wisata keluarga. Biarkan anak-anak bermain, lalu Anda berdua dengan istri. Ambil seiris semangka, katakan kepada istri bahwa Anda ingin memakannya berdua, bersama-sama. So sweet.

4. Makan es krim berdua
Hampir sama dengan poin ketiga. Bedanya, jika sebelumnya pakai semangka, Anda kini bisa menggunakan es krim. Tentu saja lebih mudah meleleh, dan karenanya nuansa romantisnya semakin terasa.

5. Pakai kaos couple
Saat ini ada tersedia kaos couple. Sepaang kaos yang tulisan atau gambarnya bersambung. Jika Anda menghadiahkan kaos tersebut –tentu saja untuk ukuran muslimah yang tidak membentuk- dan memakainya bersama saat santai atau berolah raga, itu akan menjadi momen yang romantis.

6. Bentuk cinta dengan tangan Anda
Saat berdua dengan istri, ajaklah ia mengulurkan tangannya dan menyatukannya jarinya dengan jari Anda membentuk tanda cinta. Minta anak atau orang lain mengabadikan momen romantis tersebut.

7. Shalat malam berdua
Jangan dikira romantisme hanya yang itu-itu saja. Shalat malam berdua juga bisa menjadi momen-momen romantis bahkan dengan nuansa spiritual yang kental.

8. Saling menyuapi
Anda bisa mengambil sepiring makanan lalu menyuapi istri dan sebaliknya, minta ia menyuapi Anda pada giliran berikutnya. Lakukan di kala sehat. Kalau saat sakit, mungkin nuansa romantismenya kurang terasa.

9. Matikan lampu, nyalakan lilin
Anda bisa menyulap kamar tidur menjadi lebih romantis. Diantaranya dengan mengganti lampu yang biasa dengan lilin. Suasana lebih romantis dijamin segera hadir di kamar Anda.

10. Hias kamar
Selain mengganti lampu kamar dengan lilin, Anda bisa menghias kamar Anda. Tentu ini akan bikin surprise istri. Anda bisa melakukannya pada hari spesial, misalnya tanggal pernikahan. 5 tahun pernikahan, atau 10 tahun pernikahan. Dijamin romantis.

Membangun Keluarga Sakinah Dengan Semangat 4-Ta

Keluarga sakinah mawaddah wa rahmah adalah idaman seluruh keluarga muslim. Itu pula tujuan pernikahan yang disebutkan Allah dalam Surat Ar Rum ayat 21.

Bagaimana membangun keluarga sakinah mawaddah wa rahmah? Rumus 4-Ta ini insya Allah bisa kita terapkan bersama.

1. Ta’aruf

Ta’aruf artinya adalah saling mengenal. Untuk membangun keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, suami istri perlu saling mengenal satu sama lain. Ta’aruf (nadhar) menjelang pernikahan adalah bagian dari proses ini. Namun, ta’aruf itu belum cukup. Sering kali suami istri baru dapat mengenal lebih dalam setelah sekian lama menjalani kehidupan berkeluarga.

Ta’aruf di sini bukan hanya mengenal bahwa istri kita berasal dari kota A, berpendidikan B, memiliki latar belakang C. Tetapi juga sampai pada mengenal karakternya, sifat-sifatnya, apa yang disukai dan apa yang tidak disukainya.

Dalam sesi “quis keluarga romantis” saya menemukan, tidak semua suami mengenal istrinya dengan baik. Mulai dari ukuran sepatu, warna baju favorit, hingga makanan favorit. Bahkan, ada pula suami yang tidak tahu ukuran baju istrinya, meskipun pilihannya hanya S, M, L dan XL.

Mengenal dengan baik adalah modal awal untuk langkah berikutnya. Pernah terjadi dalam keluarga, suami membelikan hadiah baju kepada istrinya. Niatnya baik, tetapi ukurannya keliru, motifnya tidak disuka. Istrinya tidak mau makai dan minta baju itu ditukar. Sang suami marah, lalu terjadilah pertengkaran. Dan seringkali, pertengkaran dalam rumah tangga karena hal-hal kecil akibat kurangnya ta’aruf seperti ini.

2. Tafahum

Setelah saling mengenal, maka suami istri perlu saling memahami; tafahum. Karena ia tahu suaminya tidak suka pedas, maka istri tidak memasakkan makanan pedas. Atau ia memasak dalam dua versi; yang pedas untuknya, yang tidak pedas untuk suaminya. Karena mengenal dengan baik bahwa istrinya tidak suka suami menyebut-nyebut masa lalunya, maka suami tidak melakukannya.

Tafahum membuat kehidupan suami istri menjadi lebih dekat dengan sakinah (ketenangan, kedamaian, kebahagiaan). Istri yang mengenal baik suaminya, memahaminya, ia tidak menuntut sesuatu di luar kemampuan suaminya. Ia bersyukur atas karunia Allah yang dianugerahkan kepada mereka. Pun suami, ia memahami istrinya ia tidak akan marah kepada istri atas kesalahan kecil yang dilakukannya, mengingat begitu banyaknya perannya sebagai istri dan sebagai ibu.

Ada suami yang kadang tidak memahami bahwa istrinya suatu saat juga bisa lelah karena seharian membersamai anak-anak, belum ditambah aktif dalam dakwah, lalu memaksa istri untuk masak. Suami tidak mau makan kecuali masakan istri. Ini sungguh memberatkan. Padahal kalau satu dua kali tidak masak dan makan di luar atau beli makanan sebenarnya tidak masalah.

3. Ta’awun

Untuk mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, ta’awun adalah keniscayaan. Suami istri harus saling menolong. Saling menolong agar semakin kokoh dalam kebaikan, semakin kokoh dalam ketaatan. Jika suami belum bangun di akhir malam, istri yang membangunkannya. Jika istri suka marah, suami yang mengingatkannya.

Dalam pekerjaan sehari-hari, ta’awun juga mutlak diperlukan. Sebuah keluarga yang tidak memiliki khadimat (pembantu), suami istri perlu berbagi tugas. Mungkin istri yang menyapu, suami yang mengepel. Istri yang memasak, suami yang memandikan anak. Dan seterusnya.

Dengan ta’awun, suami istri laksana burung yang terbang dengan dua sayap. Ke manapun mereka bisa. Setinggi apa pun mereka mampu, insya Allah. Maka kita lihat betapa banyak keluarga yang bertumbuh pesat baik dalam cinta, finansial, dan pendidikan karena suami istri mengedepankan ta’awun dalam rumah tangga.

4. Takaful

Takaful (saling menanggung beban) adalah rumus berikutnya untuk membangun sakinah mawaddah wa rahmah. Kita sadar, setiap keluarga pasti memiliki tantangan dan memiliki beban. Beban itu berat jika dipikul sendiri, tetapi terasa ringan jika dipikul bersama.

Implementasi takaful dalam kehidupan suami istri diawali dengan keterbukaan untuk menyampaikan persoalan. Istri sharing, suami mendengarkan. Suami menceritakan masalah yang dihadapinya, istri menyimaknya. Lalu mereka saling memberikan penguatan, memotivasi, dan mengambil tindakan untuk meringankan beban kekasihnya sekaligus mendoakannya. Ungkapan khas dari takaful adalah “Sayang, apa yang perlu aku lakukan untuk meringankan masalah ini.” Jadi fokusnya adalah solusi, bukan masalah. Apapun masalah yang dihadapi, yakin ada solusi. Sebesar apapun masalah datang, yakin ada pertolongan Allah yang Maha Besar.

Wallahu a’lam bish shawab.

Mengenal Lebih Dekat Seorang Wanita

Www.devjobs.asia
Jangan sentuh hati wanita bila hanya membuatnya kecewa...

Jangan memberikan harapan bila tidak bisa memberi kelanjutan...

Jangan suka tebari khayalan indah bila tak bisa menjadikan khayalan itu, hanya bayangan saja...

Jangan engkau iming imingi wanita mimpi-mimpi hidup bahagia jika tak akan menjadi nyata!

Duhai lelaki jika merasa sudah mampu khitbahlah lalu nikahilah...
Jika belum mampu tahanlah...


Karena jika engkau paksakan untuk dia menunggu dengan tanpa hubungan yang halal engkau hanya akan menyakitinya pelan tapi pasti...

Karena apa...?
Karena ketika kata-kata yang sudah mendarat ditelinganya dan ternyata itu semua hanya angan-angan, maka tanpa engkau sedari yang menantilah yang paling tersakiti...

Aneh Wanita Ini Malah Gugurkan Kandungan Karena Terlalu Cinta Suaminya

Aneh Wanita Ini Malah Gugurkan Kandungan Karena Terlalu Cinta Suaminya
Perempuan bernama Rowena Shrimpton ini menggugurkan kandungan hingga dua kali sebab ia tak ingin punya anak. Rowena tak ingin punya anak sebab ia terlalu mencintai suaminya dan tak ingin berbagi kasih suaminya dengan anak-anaknya.

Rowena dan suaminya Roger, bertemu ketika mereka masih remaja. Pertama kali bertemu dengan Roger, Rowena yakin kalau pemuda tampan itu adalah jodohnya. Beberapa waktu kemudian mereka berpacaran. Mereka sempat tinggal bersama sebelum akhirnya menikah dalam usia muda, 21 tahun. Sejak awal hingga sekarang Rowena mengaku kepada Daily Mail kalau ia sangat pencemburu dan terobsesi kepada suaminya. Roger yang memiliki sosok rupawan membuat Rowena selalu takut suaminya akan menjadi incaran wanita lain saat ia tak ada di sisi Roger.


Rowena memutuskan ia tak ingin memiliki anak, sebab menurutnya keberadaan anak akan mengubah hubungannya dengan Roger. Sang suami pun sepakat untuk tidak memiliki anak. Jadi ketika Rowena mengandung ia tak ragu-ragu untuk menggugurkannya. Saat Rowena mengandung untuk yang kedua kalinya, ia pun tetap kukuh untuk tak memiliki anak. Setelah melakukan aborsi Rowena meminta saluran rahimnya ditutup.

"Sejak aku bertemu Roger, aku tahu aku tidak ingin berbagi dia dengan orang lain, sekalipun itu anak kami," ucapnya. Rowena mengaku ia tidak merasa bersalah karena sudah membuang jabang bayinya. "Orang lain mungkin menuduh saya tak berperasaan, egois, dan berhati dingin. Tetapi saya tidak menyesal karena saya percaya dua kali aborsi itu telah menjadikan pernikahan semakin bahagia."

Rowena merasa ia dan Roger telah menjalani kehidupan pernikahan yang luar biasa sementara teman-temannya berjuang keras untuk mempertahankan pernikahan yang diujung tanduk karena keberadaan anak-anak yang menyita perhatian. Rowena melihat kehamilan sebagai sebuah kesalahan, sesuatu yang tidak diinginkan.

Apakah Rowena tidak pernah terpikir untuk memiliki anak hasil buah cintanya dengan Roger? "Sekarang kami berdua sudah berusia 49 tahun. Kami terlalu tua untuk memiliki anak-anak bahkan jika saya tidak melakukan sterilisasi. Ditambah lagi saya akan melalui menopause. Tapi saya masih yakin bahwa saya melakukan hal yang benar," pungkas Rowena. | Merdeka