Kenapa Yahudi Sangat Membenci Islam?

HITLER adalah sejarah panjang bagaimana bangsa Yahudi diperlakukan di dunia ini—jika sejarah versi itu bisa dipercayai, tentu saja. Karena efek pembantaian yang dilakukan oleh Hitler terhadap Yahudi nyatanya adalah tanah Palestina, sesuatu yang sama sekali jauh dari Jerman.

Apakah Hitler kejam? Apakah Hitler seperti yang diberitakan oleh Amerika? Dan kenapa Hitler membinasakan Yahudi?

Barat dan Amerika telah membuat citra Hitler di mata dunia sebagai sosok yang bengis. Di film manapun di Amerika tentang Yahudi, maka Hitler selalu membantai Yahudi sampai ke akar akarnya, film-film dibuat agar seluruh dunia tumbuh rasa sayang kepada Yahudi dan membenci Hitler. Jika Anda “The Boy in the Striped Pajamas” maka Anda akan merasa iba kepada Yahudi.

Hitler dulu pernah berkata, “Bisa saja saya memusnahkan semua Yahudi di dunia, tapi saya sisakan sedikit saja yang hidup. Agar Anda tahu alasan saya membunuh mereka”. Sekarang kita bisa kita lihat apa yang sudah diperbuat Yahudi pada dunia, terutama pada negeri penuh sengketa, Palestina. Mereka membunuh masyarakat Palestina sebagaimana mudahnya kita membunuh nyamuk.

Sejak kecil, anak-anak Yahudi didoktrin untuk membenci orang Islam. Ayat-ayat Talmud konon menghalalkan mereka membunuh orang-orang selain berdarah Yahudi. Mereka bangga dengan darah Yahudinya, mereka menganggap rendah orang yang bukan Yahudi. Semua orang non-Yahudi dari segala ras dan agama menurut Talmud adalah “sampah”, begitu menurut kitab Talmud. Menurut pandangan mereka, secara mendasar kaum Yahudi itu lebih unggul atas ras mana pun, dan mengenai hal itu ditegaskan berulangkali dalam bentuk yang sangat ekstrem oleh Shneur Zalman dari Lyadi.

Pendiri Lubavitcher-Hasidisme itu mengajarkan, bahwa ada perbedaan hakiki antara jiwa orang Yahudi dengan jiwa kaum ‘goyyim’ (Kaum selain Yahudi). Bahwasanya hanyalah jiwa orang Yahudi yang di dalamnya terdapat dan memancarkan cahaya kehidupan ilahiyah. Sedangkan pada jiwa kaum ‘goyyim’, Shneur melanjutnya menyatakan, “Sama sekali berbeda, karena terciptanya memang lebih inferior. Jiwa mereka sepenuhnya jahat, tanpa mungkin diselamatkan dengan cara apa pun.”

Jadi karena tidak bisa diselamatkan, semua kaum selain Yahudi halal darahnya untuk dibunuh. Diyakini, ajaran-ajaran kitab inilah yang menyebabkan bangsa Yahudi tidak mempunyai hati nurani.

Kitab-kitab ini diajarkan dari sekolah dasar, sehingga sejak kecil anak-anak Yahudi yang masih polos membenci Islam, sehingga lama kelamaan kebencian itu mendarah daging dan membuat anak itu menjadi penghancur Islam. Jadi bukanlah suatu pemandangan yang aneh jika ada anak Yahudi yang tertangkap kamera berani menendang ibu muslimah Palestina.
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”.

Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu,” QS. al-Baqarah (2) : 120). [alfarish] | Islampos

Renungan: Menangislah Karena Dosa

DOSA akan menghancurkan seorang hamba yang mana ia sangat membutuhkan keselamatan! Untuk itulah sangat pantas bagi orang yang mengetahui bahaya sebuah dosa, untuk menangis dan bertaubat, atau takut akan akibat yang ditimbulkanya.

Dari Uqbah Ibn Amir RA berkata,” Aku bertanya kepada Rasullah tentang keselamatan.” Beliau pun menjawab, “Jagalah lisanmu, menetaplah dirumahmu (tatkala terjadi fitnah atau kemungkaran merajalela), dan menangislah atas dosa-dosamu.” (HR. Turmudzi)

Abdurrahman Ibn Abdullah Ibn Mas`ud berkata bahwa Ayahnya berkata kepadanya, “Takutlah terhadap Tuhanmu, menetaplah dirumahmu, kuasailah lidahmu, dan menangislah dengan mengingat dosa-dosamu.” (HR. Ibnu Majah)

Alqomah Ibn Martsad berkisah, “Sifat zuhud bermuara pada delapan orang Tabi`in, salah satunya adalah al-Aswad Ibn Yazid. Dia adalah seorang yang tekun beribadah, dan berpuasa sampai-sampai wajahnya kelihatan menghijau dan menguning. Alqomah Ibn Qais bertanya kepadanya, “Untuk apakah penderitaan ini?” Ia menjawab, “Aku ingin mengistirahatkan jasad ini (dari siksa akhirat), sesungguhnya akhirat membutuhkan kesungguhan.”

Ketika sedang sakaratul maut ia menangis, maka ia ditanya: “Mengapa kamu takut?” ia menjawab: “Bagaimana aku tidak takut! Lalu siapakah yang berhak dariku akan hal itu?! Demi Allah, kalau sekiranya aku dianugerahi ampunan dari Allah SWT, niscaya rasa malu akan menggelayutiku, akibat dari perbuatanku! Sesungguhnya seorang yang berbuat kesalahan kepada seseorang, lalu orang tersebut memaafkanya, maka laki-laki itu akan sesenantiasa merasa malu pada orang yang memaafkanya.”

Salamah Ibn Sa’id bercerita bahwa pada suatu hari Ziyad tertawa sehingga suaranya terdengar melengking.” Lalu ia berucap, “Astaghfirullah!” dan iapun menangis dengan sangat keras. Setelah majlis tersebut bubar, teman-temanya berkata, “Kami tidak pernah melihat -semoga Allah memberi kemashalatan kepada tuan- suatu tangisan akibat dari tertawa, secepat tangisanmu yang kemarin!” Ziyad berkata, “Demi Allah, sesungguhnya pada saat itu aku terkenang suatu dosa yang pernah aku perbuat, dan aku sangat menikmatinya!, tapi kemudian aku mengingatnya maka akupun menangis karena takut akan akibat buruknya,” lalu iapun menagis lagi.”

Musa Ibn Isa al-Absi menuturkan, “Hudzaifah al-Mar`asyi memandangi seorang laki-laki yang sedang menangis. Hudzaifah bertanya, “Apakah gerangan yang menyebabkanmu menangis, wahai pemuda?!”

“Aku terkenang dosa-dosaku yang telah aku perbuat.” Jawab pemuda tersebut Kemudian Hudzaifiah ikut menangis, lalu berguman, “Benar! Wahai saudaraku! Untuk perbuatan dosalah kita patut menangis.”

Ibnu Hayyan menuturkan, “Aku telah mendengar Shalih al-Mirriy mengucapkan, “Jika anda tidak menangis atas dosa-dosa anda maka siapakah yang akan menangisi dosa-dosa itu sepeninggal anda?!” Lalu Shalih pun menangis dan berkata lagi, “Wahai saudara-saudaraku! Menangislah atas dosa-dosa! Sesungguhnya dosa-dosa itu jika telah mengotori hati, hingga hati itu tertutupi, maka tak satupun dari petuah-petuah yang akan melekat dihati.”

Bahr Abu Yahya berkata, “Aku mendengar salah seorang ahli ibadah mengatakan, “Menangislah! Bagi siapa saja yang mengetahui bahwa dia tidak akan selamat, melainkan dengan terus bersedih dan menangis.” Lalu ia bersenandung, “
Barangsiapa mengalirkan air matanya karena dunia,
(Ketahuilah) sesungguhnya kami mengucurkan air mata karena menangis sebagai pengakuan atas dosa-dosa kami.

‘Athiyah al-Aufi berkata, “Telah sampai padaku sebuah riwayat bahwa barangsiap menangis atas kesalahan-kesalahannya, maka itu akan menghapus kesalahan-kesalahannya.

”Malik Ibn Dinar berkata, “Menangis atas dosa-dosa, itu akan menghapuskannya, seperti angin yang menerbangkan dedaunan yang kering!” [sumber:khadijahalumayah] | Islampos

8 Karakter Suami Ideal

Anda ingin menjadi suami ideal? Ingin menjadi suami yang dicintai dan dibanggakan istri, sekaligus dirindukan bidadari? Inilah 8 karakter yang perlu Anda miliki.

Jika belum ada pada diri, 8 karakter ini perlu ditarbiyah sejak dini.
  1. Suami yang sejak awal telah menunjukkan kejujuran dan sikap terus terang. Kelemahan dan kekurangan yang dimiliki tidak disembunyikan sejak melamar. 
  2. Suami yang menggauli istrinya dengan baik; lembut; memuliakan dan menerima kelebihan serta kekurangan keluarga istrinya.
  3. Suami yang mampu menghibur istri dan bersikap lembut terhadap istri. Ia berbicara dengan bahasa yang menarik, mau mengerti dan mendengar perkataan istrinya jika memang pendapatnya itu logis dan tak melanggar agama.
  4. Suami yang tidak terlalu pencemburu, tidak mengumbar prasangka, tidak suka memata-matai dan tidak berlebihan.
  5. Suami yang memberikan belanja yang cukup kepada istri, tidak boros dan juga tidak bakhil.
  6. Suami yang selalu tampil di muka istrinya dengan rapi dan meyakinkan. Ia selalu menjaga penampilan dan kebersihannya, sehingga yang tercium darinya hanyalah bau harum semerbak.
  7. Suami yang senantiasa menjaga rahasia rumah tangga. Hal ini mencegah orang-orang sekitarnya menggunjing keluarga mereka.
  8. Suami yang senantiasa menjaga kejantanannya, baik secara fisik maupun psikis, sehingga memancarkan kewibawaan.
Insyaallah Ikhwan Semua Bisa menjadi seperti apa yang ada di atas... | Bersama Dakwah

7 Bacaan Pembuka Pintu Rezeki

1. Memperbanyak Membaca"Lahawla Wala Quwwata Illa billah" Barang siapa yang lambat datang rezekinya hendaklah banyak mengucapkan "La hawla Wala Quwwata Illa billah." (HR. At-Tabrani)

2. Membaca "La Ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin" Barang siapa setiap hari membaca La ilaha illallahul malikul haqqul mubin maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut dalam kubur. (HR. Abu Nu’aim dan Ad Dailami)

3. Melanggengkan Ber-Istighfar"B arang siapa melanggengkan beristighfar niscaya Allah SWT akan mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan rezki dari arah yang tidak diduga²." (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah)

4. Membaca Surat Al-Ikhlas"Baran gsiapa mmbaca Surat Al-Ikhlas ketika masuk rumah maka berkah bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya." (HR. At-Tabrani)

5. Membaca Surat Al-Waqiah"Baran gsiapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup." (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al Iman)

6. Memperbanyak Shalawat Ata Nabi "Ubay Bin Ka’ab meriwayatkan, bila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah Salallahu’alaih iwassalam berdiri seraya bersabda: "Wahai Manusia Berdzikirlah Mengingat Allah, berdzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupan (sangkakala kiamat) pertama, kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang kematian dan segala kesulitan didalamnya."

7. "Membaca Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adziim. Dari setiap kalimat itu seorang malaikat yang bertasbih kepada Allah Ta’ala sampai hari kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu." (HR. Al- Mustagfiri dalam Ad-Da’awat)

Subhanallah..

Sedikit Renungan "Untuk Engkau Sang Anakku"

Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu soredi tepi danau, ditemani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

Si ibu bertanya : "itu burung apa yg berdiri disana ??"


"Bangau bu.." anaknya menjawab dengan sopan.

Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..

"Itu yang warna putih burung apa?"sedikit kesal anaknya menjawab " ya bangau bu?!..."

Kemudian ibunya kembali bertanya

"Lantas itu burung apa?" Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang..

Dengan nada kesal si anak menjawab "ya bangau bu. kan sama saja..!! emangnya ibu gak liat dia terbang !!"

Air menetes dari sudut mata si ibu sambil berkata pelan : "Dulu 26 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yg sama untuk mu sebanyak 10 kali,.. sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentak ku 2 kali.."

Si anak terdiam... dan memeluk Ibu nya...

Pernahkah kita memikirkan apa yg telah diajarkan oleh seorang ibu kepada kita?

Sayangilah Ibumu dengan sungguh2 karna sorga berada di telapak kaki Ibu.

Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu..

Istimewanya Kaum Wanita di Mata Allah SWT

www.devjobs.asia
Banyak wanita yang bilang bahwa susah menjadi wanita muslim, lihat saja aturan-aturan dibawah ini :
  1. Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki. 
  2. Wanita perlu minta ijin dari suami apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
  3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
  4. Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada lelaki.
  5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak
  6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada istrinya.
  7. Talak terletak di tangan suami dan bukan istri.
  8. Wanita kurang nyaman dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas.
  9. Dan lain – lain
Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :
  1. Bertakwa. 
  2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
  3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.
  4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
  5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
  6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
  7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
  8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
  9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
  10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
  11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
  12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
  13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
  14. Berbakti kepada kedua orang tua.
  15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.
Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman : “ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13)
PERINTAH ALLAH SWT UNTUK MEMAKAI KERUDUNG / JILBABKeharusan kaum wanita memakai kerudung kepala tertera dalam surat An Nur ayat 31 yang cukup panjang, yang penulis kutip satu baris saja, yang berbunyi sbb.:

" Katakanlah kepada wanita yang beriman,....... Dan hendaklah mereka menutupkan kerudung kepalanya sampai kedadanya".....
Dan seperti yang tercantum dalam surat Al Ahzab ayat 59 yang artinya sbb.:

" Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isteri engkau, anak-anak perempuan engkau dan isteri-isteri orang-orang mu'min, supaya mereka menutup kepala dan badan mereka dengan jilbabnya supaya mereka dapat dikenal orang, maka tentulah mereka tidak diganggu (disakiti) oleh laki-laki yang jahat. Allah pengampun lagi pengasih".

Perintah Allah diatas adalah jelas dan tegas yang wajib hukumnya bagi kaum wanita sebagaimana dinyatakan Allah pada pembukaan surat An-Nur tersebut yang berbunyi sbb.:

" Inilah satu surah yang Kami turunkan kepada Rasul dari Kami wajibkan menjalankan hukum-hukum syariat yang tersebut didalamnya. Dan Kami turunkan pula didalamnya keterangan-keterangan yang jelas, semoga kamu dapat mengingatnya".

Dari bunyi ayat diatas, jelaslah wanita yang tidak memakai kerudung telah melakukan dosa yang besar karena ingkar kepada hukum syariat Islam yang diwajibkan oleh Allah. Perintah Allah diatas ini ditegaskan lagi oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadist beliau yang artinya sbb:

"Wahai Asma! Sesungguhnya seorang perempuan apabila sudah cukup umur, tidak boleh dilihat seluruh anggota tubuhnya, kecuali ini dan ini. sambil Rasulullah menunjuk muka dan kedua tapak tangannya". (Riwayat: Abu Daud)

Sekarang kalau kita keliling diseluruh Indonesia, Malaysia, Singapore dan Brunei, sedikit sekali kaum wanita Islam yang memakai kerudung kepala, umumnya hanya anak-anak gadis sekolah pesantren. Jumlah kaum wanita yang memakai kerudung kepala bisa dihitung dengan jari, tidak ada artinya dari jumlah penduduk Islam yang jumlah lebih jurang dari 180 juta.

Kalau begitu gambarannya, banyak sekali kaum wanita yang masuk neraka, cocok sekali dengan bunyi hadits dibawah ini yang artinya sbb.:

" Saya berdiri dimuka pintu sorga, tiba-tiba umumnya yang masuk kesorga orang-orang miskin, sedang orang yang kaya-kaya masih tertahan, hanya saja bahagian mereka telah diperintah masuk neraka, dan aku berdiri di muka pintu neraka maka kebanyakan yang masuk neraka wanita".. (Riwayat: Usamah bin Zaid ra.)
Banyak kaum wanita yang masuk neraka, semata-mata karena didalam hidupnya tak mau memakai kerudung kepala atau jilbab, didalam neraka akan mendapat siksaan yang berat sekali sebagaimana diceritakan Nabi Muhammad SAW dalam hadits beliau yang artinya sbb:

"Wanita yang akan digantung dengan rambutnya, sampai mendidih otak dikepalanya didalam neraka, ialah wanita yang memperlihatkan rambutnya kepada laki-laki yang bukan muhrimnya". (Riwayat: ........................)

Hadits diatas adalah bahagian akhir dari hadits Nabi Muhammad SAW yang cukup panjang, yang menceritakan berbagai macam siksa neraka yang diperlihatkan Allah waktu beliau pergi mi'raj. Waktu beliau menceritakan nasib kaum wanita yang berat siksanya didalam neraka karena tak mau memakai kerudung kepala atau jilbab didalam hidup, beliau meneteskan air mata.

Begitulah Nabi Muhammad SAW menangisi nasib kaum wanita dari ummatnya nanti di akhirat, tetapi sekarang kalau kaum wanita Islam disuruh memakai kerudung kepala, banyak alasannya, ada yang mengatakan fanatik agama, sudah kuno tak cocok dengan zaman, panas, dan lain sebagainya.

Sikap kaum wanita di zaman sekarang sungguh bertolak belakang dengan sikap kaum wanita di zaman dahulu waktu ayat kerudung kepala itu turun sebagaimana diceritakan Aisyah, isteri Nabi Muhammad SAW berikut ini:

"Telah berkata Aisyah: Mudah-mudahan Allah memberi rahmat atas perempuan-perempuan Muhajirat yang dahulu, Diwaktu Allah menurunkan ayat kerudung itu, mereka koyak kain-kain berlukis mereka yang belum dijihat, lalu mereka jadikan kerudung". (Riwayat: Abu Daud dan Bukhari)
Sikap wanita Islam di Medinah pada waktu turunnya ayat kerudung itu, betul-betul cocok dengan pribadi seorang beriman, sebagai yang digambarkan Allah didalam Al-Qur'an, yaitu jika mereka mendengar ayat-ayat Allah dibacakan, mereka lalu berkata: "Kami mendengar dan kami patuh".)

Tetapi sekarang sikap kaum wanita Islam, jika dibacakan ayat mengenai keharusan memakai jilbab, mereka berkata: "Kami mendengar, tetapi kami ingkar". Kalau begitu sikap kaum wanita Islam terhadap ayat jilbab ini, betul tidak cocok dengan pengakuannya kepada Allah didalam shalat yang berbunyi sbb.:

"La syarikallahu wabiza lika ummirtu wa anna minal muslimin" yang artinya:
"Tiada syarikat bagi Engkau dan aku mengaku seorang muslimah".

Seorang wanita yang mengaku dirinya seorang muslimah, yaitu tunduk patuh kepada seluruh perintah Allah, harus berpakaian muslimah didalam hidupnya, yaitu terdiri dari jilbab dan pakaian yang menutup seluruh anggota tubuhnya, berlengan panjang sampai pergelangan tangannya dan memakai rok yang menutup sampai mata kakinya. Kalau mereka tidak berpakaian seperti diatas, mereka bukan disebut wanita muslimah. Jadi pernyataannya didalam shalat yang berbunyi: "Aku mengaku seorang muslimah" adalah dusta kepada Allah.

Siapkah Kamu Menjadi Isteri Teladan

Lowongan Kerja Ngo, Devjobs Asia
Isteri yang tidak merasa berat hati kalau hanya untuk sekedar mencuci pakaian suami.

Isteri yang tidak merasa terbebani kalau hanya untuk sekedar mempersiapkan sarapan pagi untuk suami.

Isteri yang tidak merasa malas diri kalau hanya untuk sekedar memasangkan kaos kaki suami.

Isteri yang tidak merasa berat di lidah kalau hanya untuk sekedar mendoakan suami saat bekerja.

Isteri yang tidak merasa pelit kalau hanya untuk sekedar tersenyum menyambut kepulangan suami dari kerja.

Isteri yang tidak merasa rendah diri kalau hanya untuk sekedar mencium tangan suami.

Isteri yang tidak merasa risih kalau hanya untuk sekedar merias diri untuk kebahagiaan suami.

Andai saja para Isteri tahu..

Di situlah sebenarnya ridha suami bakal didapati.
Di situlah sebenarnya ada pintu bagi Isteri untuk menjadi seorang bidadari.
Di situlah sebenarnya tersimpan salah satu bentuk pengabdian yang suci kepada suami.
Dan di situlah sebenarnya ridha Ilahi tersembunyi.

Yang akan menuntun para Isteri untuk mendapat Ridha Allah menuju surga-Nya.

Bagaimana dengan sahabat?
Sudah siapkah menjadi Isteri yang demikan?

Jadilah Wanita Kuat Sahabatku

Lowongan Kerja Ngo, Devjobs Asia
Menjadi wanita itu jangan mau diremehkan lelaki.
Menjadi wanita itu jangan mau dipermainkan lelaki.
Menjadi wanita itu jangan mau dibuat nangis lelaki.

Jagalah lisan...!!
Agar lelaki bersikap sopan.

Hijablah aurat...!!
Agar lelaki menghormati.

Jagalah akhlak...!!
Agar dimuliakan lelaki.

Tegaslah dalam bersikap.
Kuatkan hati dengan iman.
Jagalah harga diri.

Percayalah kelak engkau akan menjadi wanita yang paling dihargai, dihormati dan dimuliakan oleh kaum lelaki.

Nasehat Alam Kubur

www.kerja-ngo.com
1). Aku adalah tempat yg palinggelap di antara yang gelap, maka terangilah aku dengan TAHAJUD.

2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlahaku dengan ber SILATURAHIM.

3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca AL-QUR'AN.

4). Aku adalah tempatnya binatang-binatang yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH,

5). Aku yang menyepitkanmu hingga hancur bilamana tidak Solat, bebaskan sempitan itu dengan SOLAT.

6). Aku adalah tempat untuk merendammu dengan cairan yang sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dengan PUASA.

7). Aku adalah tempat Munkar& Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimat"LAILAHAILALLAH"

Semoga Bermanfaat..

Menjadi Seorang Wanita Sejati

www.devjobs.asia
Seorang wanita sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya,

tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.

Wanita sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi lekuk tubuhnya.

Wanita sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan,
tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

Wanita sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,
tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

Wanita sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,
tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.

Wanita sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.

Wanita sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan,
tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.

Wanita sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani,
tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Wanita sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul,
tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.

Nasehat Kecil Untuk Menjadi Wanita Soleha

www.devjobs.asia~ Jadilah wanita yang penyayang & lembut.
Dan janganlah menjadi wanita yang kasar dan keras.

~ Jadilah wanita yang berjawah berseri & selalu tersenyum.
Dan janganlah menjadi wanita yang bermuka masam dan selalu cemberut.

~ Jadilah wanita yang bijaksana & sabar.
Dan janganlah menjadi wanita yang plin-plan dan temperamental.

~ Jadilah seorang ibu yang menghangatkan.
Dan janganlah menjadi wanita yang dingin hingga dijauhi.

~ Jadilah wanita yang dicintai dan di rindukan.
Dan jangan menjadi wanita yang lalai dan di lalaikan.

~ Jadilah wanita mukminah dan bersyukur.
Dan jangan menjadi wanita yang kafir dan kufur.

~ Jadilah wanita pencemburu yang di cintai.
Dan jangan menjadi wanita pencemburu yang menghancurkan.

~ Jadilah wanita pengatur rumah tangga yang qana'ah.
Dan jangan menjadi wanita yang mubadzir.

~ Jadilah sahabat wanita yang di cintai.
Dan jangan menjadi musuh yang di benci.

~ Jadilah wanita yang pendiam dan lemah lembut.
Dan jangan menjadi wanita yang cerewet dan kasar.

~ Jadilah wanita seperti Khadijah r.a,Zainab r.a dan Aisyah r.a.
Dan jangan menjadi seperti istri Nabi Luth dan istri Nabi Nuh.

~ Jadilah wanita seperti wanita yang ALLAH suka melihatnya.
Dan janganlah menjadi wanita seperti wanita yang setan suka melihatnya dan menertawakannya