Dibalik Diamnya Seorang Suami

Oleh: Akbar Novriansyah – Yogyakarta
LUPA diri, itulah yang membuat suami kemudian lebih suka menyendiri. Dulu, Ia mencurahkan dirinya untuk memberi kasih. Ada saatnya ia ingin kembali ke dirinya sendiri. Saat itu ia lebih suka berdiam diri dan semuanya ia jauhi. 

Itulah gambaran ketika laki-laki memasuki periode meditasi. Namun di akhir periode ini ia akan kembali lagi menjadi jiwa yang pemberi. Sebagian Istri mungkin akan heran dan takut luar biasa ketika sang suami dalam keadaan seperti ini. Namun perlu dipahami, 

Ini memang salah satu dari sekian tabiat laki-laki. Tabiat istri kemudian mendorongnya untuk mengetahui apa yang terjadi dengan suami Ia kemudian mencoba untuk mendekati sang suami, tapi itu tidak membantu sama sekali. 

Lalu sang istri ini mulai menyalahkan dirinya sendiri. Tapi ia menemukan bahwa tidak ada perbuatannya yang menyalahi. Ia kemudian marah kepada sang suami. Suami sudah berubah menjadi egois. Suami tidak memperhatikan dirinya lagi. 

Bait-bait puisi ini mencerminkan perbedaan tabiat laki-laki dan perempuan. Bila laki-laki mengalami kejenuhan atau mengalami masalah yang sangat pelik. Ia akan mencoba untuk memcahkan masalah itu sendiri. Dan itu dilakukannya dengan diam. Lalu timbul pertanyaan, mengapa ia tidak mencari pertolongan dari sang istri?. Dalam dunia lelaki, laki-laki memandang dunia ini seperti perlobaan dan seperti piramida. Ia akan berjuang untuk mencapai puncak piramida.

Laki-laki akan merasa terhina ketika istri memberi nasehat akan masalah yang sebenarnya bisa dipecahkan sendiri oleh sang suami. Niat sang istri memang baik, namun ketidak pahamannya akan tabiat laki-laki membuat pertolongannya sia-sia belaka. Bila suami sudah menyerah atau ia memang membutuhkan pertolongan maka akan meminta tolong.

Sang istri lalu kemudian gelisah ketika melihat sang suami berubah menjadi diam. Mengapa ia tidak perhatian lagi dengan diriku? Mengapa pula ia tidak mau diajak bicara? Apakah ia sudah tidak lagi mencintaiku? Apakah aku sudah berbuat salah sehingga ia menjauhiku?. Pertanyaan ini lumrah muncul dari benak wanita.

Dalam tabiat perempuan, bila ia sedang dirundung suatu masalah maka ia secara alami tidak dapat memecahkan masalahnya dengan konsentrasi penuh. Perempuan itu cara berpikirnya ekspansif. Bila ada suatu masalah ia akan menghubungkannya dengan hal-hal lain yang masih bersangkut maupun yang tidak bersangkut. hal ini membuat ia gelisah. Inilah yang membuat wanita lama bila disuruh berpikir sendiri, terlebih untuk mengambil suatu keputusan. Bisa terlihat ketika disusruh menentukan keputusan Lamaran, Mengambil kebijakan keuangan mendadak, dan lain sebagainya.

Itulah yang membuat perempuan secara naluriah menceritakan permasalahannya kepada orang lain. Tidak hanya hal pokok yang ia hadapi tapi semua hal yang bersangkut dengannya. Bahkan ia terkadang membicarakan sesuatu itu sampai pada detailnya. Cara ini yang terkadang tidak disukai lelaki, kebanyakan laki-laki menganggap hal ini keluhan kepadanya. Tidak sama sekali, memang begitu tabiat perempuan. Perempuan yang menceritaka permasalahannya akan dengan sendirinya menemukan ketenangan dan pemecahan dari masalahnya.

Makanya kebanyakan kita melihat perempaun akan lega setelah ia menceritakan semua masalahnya. Cara yang terbaik dilakukan laki-laki adalah menanggapi dengan baik dan menjadi pendengar yang baik. Memang itu menjemukan bagi laki-laki. Tapi percayalah itu akan membuat cinta istri semakin bersemi. [Disarikan dari buku "Psikologi Suami Istri, yang ditulis oleh Dr. Thariq Kamal an-Nu'aimi, Bab 3]
Wallahu a’lam bishowab. []

Tips Untuk Para Suami Agar Di Sayang Istri

Bismillahir-Rah Maanir-Rahim... 
  1. Berhiaslah untuk isteri anda sebagaimana anda senang apabila ia berhias untuk anda. 
  2. Merayu isteri dan mencandainya. 
  3. Mempergaulinya dengan lemah lembut dan kasih sayang. 
  4. Penuhi kesenangannya untuk berbicara dan bercakap-cakap (bercengkerama) . 
  5. Panggillah isteri dan nama kesukaannya.
  6. Jauhilah sikap emosional dan tempramental. 
  7. Berilah isteri anda rasa aman dan tenang. 
  8. Membuatnya gembira dengan pemberian yang mengejutkan. 
  9. Masuklah ke dalam rumah dengan wajah berseri-seri dan tersenyum. 
  10. Berlemahlembutlah dalam berbicara.
  11. Bicarakanlah sesuatu yang menyenangkannya . 
  12. Memujinya di hadapan keluarga anda dan keluarganya. 
  13. Menghargai penampilannya. 
  14. Berikanlah hadiah (romantis) semisal bunga atau selainnya sebagai penguat cinta diantara keduanya. 
  15. Hilangkanlah kejenuhan rutinitas sehari-hari dengan bertamasya (rihlah) atau selainnya. 
  16. Terimalah kekurangan-keku rangannya karena tidak ada manusia yang sempurna. 
  17. Jagalah diri dari perkara-perkara sepele yang dapat bertumpuk menjadi masalah besar. 
  18. Bantulah isteri anda dalam urusan-urusan rumah tangga. 
  19. Jangan kikir dengan perasaan anda. Ekspresikan perasaan anda kepadanya dengan kelembutan dan kejujuran. 
  20. Hargai akal dan buah pemikirannya. 
  21. Selalulah berbaik sangka kepada dirinya. 
  22. Bangkitkanlah perasaannya bahwa ia adalah wanita yang ideal bagi anda. 
  23. Bantulah ia meningkatkan kemampuannya.
  24. Jagalah perasaannya terutama di saat haid dan hamil. 
  25. Bantulah dirinya di dalam mengurusi anak-anak. 
  26. Hormati keluarganya, berbuat baik kepada mereka dan tidak melarangnya untuk mengunjungi keluarganya. 
  27. Makan bersama di rumah atau tempat lain yang tenang dan aman dari fitnah. 
  28. Berikan pujian dan sanjungan kepada dirinya. 
  29. Jagalah rahasianya dan janganlah menyebarkannya. 
  30. Jagalah hak-haknya dan janganlah menyia-nyiakann ya. 
  31. Berbuat adillah kepada dirinya. 
  32. Perlakukanlah dirinya dengan baik dan lemah lembut. 
  33. Bersikaplah realistis dan jadikanlah dirinya sebagai isteri yang ideal bagi anda. 
  34. Bekerja sama dengannya di dalam ketaatan kepada Allah. 
  35. Janganlah anda terlalu sering meninggalkan dirinya dan rumah. 
  36. Yang lalu biarlah berlalu dan jangan suka mengungkit-ungk it kesalahan yang telah berlalu. 
  37. Jangan memberikan peluang kepada orang lain untuk mencampuri urusan rumah tangga anda. 
  38. Jauhi motivasi yang buruk tatkala menikah. 
  39. Jagalah kesehatannya secara intensif. 
  40. Ajaklah isteri anda ke dalam kebahagiaan anda. 
  41. Teleponlah kepadanya apabila anda jauh darinya. 
  42. Jelas dan tidak tergesa-gesa apabila anda meminta sesuatu padanya sehingga dia faham dan tidak bingung dengan apa yang anda inginkan. 
  43. Maklumilah kecemburuannya dan maafkanlah. 
  44. Bantulah dirinya di dalam menghadapi persoalan-perso alan yang menyusahkan dan membosankan. 
  45. Ikutilah petunjuk Islam ketika isteri anda berpaling.
  46. Jangan menganggap diri anda selalu benar. 
  47. Mengikuti petunjuk Islam tatkala melakukan hubungan intim. 
  48. Tidak mendatangi isteri dari dubur atau tatkala haid.
  49. Menjaganya dari pandangan-panda ngan jahat manusia. 
  50. Memberinya anggaran khusus selain biaya hidup sehari-hari. 
  51. Nikmatilah nikmatnya lupa terutama yang berkaitan dengan musibah-musibah yang menyedihkan, kesalahan-kesal ahan dan perilaku isteri di masa lalu. 
  52. Janganlah anda menunggu-nunggu mukjizat, karena isteri anda adalah unik dengan karakternya dan janganlah anda memaksanya berubah sekehendak anda.
Terimalah dirinya apa adanya, tutuplah mata dari kelemahan-kelem ahannya dan bukalah mata dari kelebihan-keleb ihannya. Insya Allah isteri anda akan semakin mencintai anda.

~ o ~

Semoga bermanfaat

8 Karakter Suami Ideal

Anda ingin menjadi suami ideal? Ingin menjadi suami yang dicintai dan dibanggakan istri, sekaligus dirindukan bidadari? Inilah 8 karakter yang perlu Anda miliki.

Jika belum ada pada diri, 8 karakter ini perlu ditarbiyah sejak dini.
  1. Suami yang sejak awal telah menunjukkan kejujuran dan sikap terus terang. Kelemahan dan kekurangan yang dimiliki tidak disembunyikan sejak melamar. 
  2. Suami yang menggauli istrinya dengan baik; lembut; memuliakan dan menerima kelebihan serta kekurangan keluarga istrinya.
  3. Suami yang mampu menghibur istri dan bersikap lembut terhadap istri. Ia berbicara dengan bahasa yang menarik, mau mengerti dan mendengar perkataan istrinya jika memang pendapatnya itu logis dan tak melanggar agama.
  4. Suami yang tidak terlalu pencemburu, tidak mengumbar prasangka, tidak suka memata-matai dan tidak berlebihan.
  5. Suami yang memberikan belanja yang cukup kepada istri, tidak boros dan juga tidak bakhil.
  6. Suami yang selalu tampil di muka istrinya dengan rapi dan meyakinkan. Ia selalu menjaga penampilan dan kebersihannya, sehingga yang tercium darinya hanyalah bau harum semerbak.
  7. Suami yang senantiasa menjaga rahasia rumah tangga. Hal ini mencegah orang-orang sekitarnya menggunjing keluarga mereka.
  8. Suami yang senantiasa menjaga kejantanannya, baik secara fisik maupun psikis, sehingga memancarkan kewibawaan.
Insyaallah Ikhwan Semua Bisa menjadi seperti apa yang ada di atas... | Bersama Dakwah